Psikopat atau secara medis dikenal dengan kepribadian anti-sosial, merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan kurangnya empati dan kebiasaan melanggar peraturan. Seorang psikopat biasanya tidak dapat berada dalam relasi yang harmonis dengan orang lain dan mudah melakukan kekerasan.
Psikopat merupakan bagian dari gangguan kepribadian yang masuk dalam gangguan kepribadian kelompok B, yaitu gangguan kepribadian yang ditandai dengan perilaku emosional yang mengganggu relasinya dengan orang lain. Orang yang mengalami gangguan ini juga sering dikaitkan dengan perilaku atau kecenderungan melakukan tindakan criminal. Psikopat – psikopat kejam ini bahkan memiliki latar belakang financial yang sangat baik atau kaya raya.
- Ted Bundy
Ted Bundy, lahir di Burlington, Vermont, pada 24 November 1946. Ia adalah anak
yang lahir di luar pernikahan. Untuk menutupi rasa malunya, sang ibu terpaksa harus
merahasiakan bahwa Ted adalah anaknya. Kakek dan neneknya mengaku bahwa Bundy
adalah anak mereka dan sang ibu dikenalkan sebagai kakak perempuannya.
Saat mengetahui fakta bahwa orang yang selama ini dikenal sebagai kakak adalah ibunya
sendiri, Ted menjadi sangat syok dan mengalami kejatuhan mental. Sang ibu kemudian
menikah lagi, tetapi hubungan Ted dengan ayah tirinya tidak pernah berjalan mulus. Upaya
ayah tirinya untuk mendekatkan Ted dengan keluarganya juga tidak pernah berhasil. Ted kecil
tidak pernah bermain dengan saudara-saudaranya dan sering memilih untuk sendirian.
Trauma Cinta Pertama
Meski tumbuh menjadi pribadi yang pendiam dan penyendiri, Ted berhasil menjadi pribadi yang
menonjol di universitasnya. Hal ini dikarenakan parasnya yang tampan dan otaknya yang
cerdas. Ted mendapatkan pacar pertamanya bernama Stephanie saat ia berkuliah di
Universitas Washington pada tahun 1972. Namun sayang percintaan mereka tidak berjalan
mulus, suatu hari Stephanie meninggalkannya tanpa alasan yang jelas.
Ted yang sakit hati akhirnya terobsesi untuk menjadi kaya dan membuat Stephanie menyesal.
Setelah lulus kuliah, ia terjun ke dunia politik dan menjadi juru kampanye kharismatik untuk
Partai Republik. Ketika dirinya sudah berhasil menjadi kaya raya, Ted akhirnya kembali
menjalin hubungan dengan Stephanie sampai ia berhasil meyakinkan perempuan itu untuk
menikah dengan dirinya. Namun di saat seperti itu, Ted dengan sengaja meninggalkan
Stephanie, sama seperti apa yang dilakukannya pada dirinya dulu.
Pembunuhan Berantai dan Mengoleksi Kepala Wanita
Sakit hati Ted pada Stephanie sepertinya belum juga terpuaskan. Usai meninggalkan sang
cinta pertamanya itu, Ted menjadi semakin gila. Dengan parasnya yang tampan, ia dengan
mudah selalu berhasil mendapatkan wanita-wanita cantik ke dalam pelukannya. Tetapi sayang,
para wanita itu hanya menjadi pelampiasan dari dendam Ted pada sang cinta pertamanya saja.
Para wanita cantik yang dikencaninya itu rata-rata memiliki paras yang mirip dengan Stephanie,
cantik dan berambut panjang. Setelah mengencani dan menidurinya, Ted akan membunuh
mereka dengan sadis lalu mengambil potongan kepalanya. Potongan kepala wanita-wanita
cantik itu disimpan di apartemennya sebagai kenang-kenangan.
Dijatuhi Hukuman Kursi Listrik
Suatu hari setelah salah satu korbannya berhasil lolos dan melaporkan kejadian tersebut
kepada polisi, Ted akhirnya berhasil ditangkap. Diketahui bahwa Ted telah membunuh kurang
lebih 30 orang wanita yang berambut panjang dan menyimpan 12 potongan kepala di
apartemennya.
Setelah menjalani persidangan, akhirnya Ted dijatuhi Hukuman mati dengan kursi listrik.
Jenazah Ted kemudian dikremasi. Sebelum menjalani hukuman mati, Ted sempat meminta
agar abu dari jasadnya untuk ditebar di pegunungan Cascade di Washington, salah satu tempat
di mana ia pernah melakukan aksi pembunuhan kejinya itu. - Ongwisit
Seorang pria kaya yang merupakan ahli waris usaha properti di Thailand ditangkap sebagai
pembunuh berantai. Awalnya kejahatannya terungkap setelah dia diduga membunuh pacarnya Warrinthon Chaiyachet (22) dan menyembunyikan tubuhnya. Dia ditangkap setelah mayatnya terbungkus kain dimakamkan di rumahnya.
Polisi kemudian diberi tahu bahwa mungkin ada banyak korban terkubur di tanah itu.
Ternyata benar, setelah melakukan penyelidikan, polisi menemukan setidaknya 298 tulang
manusia di dalam air.
Menurut Bangkok Post, Ongwisit mengakui telah membunuh pacarnya pada Agustus lalu.
Saat diiterogasi, Ongwisit ternyata melakukan pembunuhan layaknya psikopat berdarah dingin.
Diduga saat dia menggunakan narkoba, memaksa pacarnya tidur di peti mati logam.
Dia meminta hal itu karena tidak ingin pacarnya meninggalkannya.
Setelah itu dia memutar musik keras, untuk menenggalamkan suaranya, supaya tidak
terdengar, hingga mati.
Polisi menyelam di kolam milik Ongwisit.
Laporan lain juga mengatakan bahwa Ongwisit telah memelihara ikan buaya karnivora di
kolamnya yang telah dibuang oleh polisi.
Kepala polisi Jirakirit Jarunpat mengatakan, tulang yang ditemukan sebanyak 298 diambil dan
kini diperiksa oleh ahli forensik.
Angka tersebut baru dugaan sementara, dan belum dipastikan jumlah sebenarnya.
Dia menambakan, “investigasi telah menemukan banyak wanita yang terlibat dengan pelaku
menghilang secara misterius.”
“Mereka termasuk, teman-teman, pacar dan pelacur,” sambungnya.
Namun, yang mengejutkan adalah ini bukan pertama kalinya keluarga Apichai terlibat dalam
pembunuhan.
Rumah di mana Ongwisit tinggal dan menyembunyikan pembunuhannya.
Ayahnya, Chaelermchai Onkvisit ditangkap karena membunuh dan memotong anak perempuan
berusia 15 tahun.
Kemudian meninggalkan bagian tubuhnya di dalam kotak yang bisa ditemukan oleh publik.
Kasus pembunuhan itu membuka tabir keluarga tersebut nyaris mirip dengan serial killer para psikopat. Dengan metode pembuuhan yang disukai menggunakan peti mati logam. - Thomas Neill Cream
Kasus psikopat yang dilakukan oleh Thomas Cream juga menjadi salah satu bukti bahwa
psikopat merupakan orang cerdas dan terkadang memiliki posisi terhormat di masyarakat.
Kasus-kasus pembunuhan yang dilakukannya juga menegaskan bahwa psikopat sangatlah
berbeda dengan sosiopat.
Ya, Thomas Cream adalah seorang dokter yang juga sempat mengenyam Pendidikan
Kedokteran di Universitas McGill Montreal, Kanada. Bahkan, seperti ditulis dalam Canada’s
History, Thomas Cream juga anak dari keluarga kaya raya yang cukup terpandang di
wilayahnya.
Thomas Cream dilahirkan pada 27 Mei 1850 di Skotlandia. Empat tahun setelah kelahirannya,
orangtuanya pindah ke Kanada dan di sana keluarganya mendapatkan pekerjaan yang bagus
hingga akhirnya memiliki kekayaan dan posisi terhormat di tengah warga lokal Quebec,
Kanada.
Thomas Cream mengawali karier psikopatnya dengan membuka praktik aborsi ilegal, bahkan
pada awalnya sempat melakukan pembunuhan terhadap seorang perempuan yang dijejalkan
penuh kloroform (obat bius) dalam tubuhnya. Namun, ia tidak terbukti bersalah meskipun
kepolisian sangat yakin bahwa Thomas adalah pelakunya.
Pada 1880, pasien aborsi selanjutnya juga ditemukan meninggal. Lagi-lagi polisi tidak
menemukan bukti kuat yang mengarah pada Thomas. Baru pada 1881, polisi bisa menangkap
Thomas karena benar-benar terbukti membunuh seorang pria bernama Daniel Stott. Ia dihukum
penjara seumur hidup, namun sempat bebas bersyarat karena berperilaku baik dan sopan.
Ia kembali ke Inggris dan kejadian selanjutnya adalah pembunuhan berantai yang mirip dengan
Jack the Ripper. Thomas terbukti melakukan beberapa pembunuhan sadis di London dan ia
dihukum mati pada 1892 di Inggris. Yang mengerikan adalah ia sempat mengaku sebagai Jack
the Ripper, pembunuh berantai yang juga tak terungkap hingga kini.
